Berita

PEMBEKALAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBAHAN PANGAN LOKAL
Image 3

PEMBEKALAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBAHAN PANGAN LOKAL

Pembekalan dan evaluasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) balita di lakukan di UPTD BLUD Puskesmas Praya selama 2 hari, Tanggal 29 – 30 Mei 2026 yang dihadiri oleh 63 orang kader  masing masing kelurahan diwakilkan 7 orang kader, kegitan tersebut  .dikoordinir oleh PJ Program Gizi Dheti Astika, S.Tr.Gz Program ini merupakan  strategis untuk memastikan asupan gizi anak terpenuhi dan mencegah stunting,  adapun sasaran yang akan mendapatkan PMT pemulihan berbahan pangan lokal adalah Balita Gizi Kurang, kuramg Gizi, Balita T dan Bumil KEK melalui pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam menyiapkan makanan bergizi, sekaligus mengukur tingkat keberhasilan program secara berkala. 

Panduan lengkap mengenai tahapan pembekalan dan evaluasi ini mencakup beberapa aspek berikut:

1. Tahap Pembekalan Kader

Pembekalan diberikan kepada petugas kesehatan dan kader posyandu agar mereka memiliki keterampilan standar dalam mengelola PMT. Materinya meliputi: 

• Pengolahan Pangan Lokal: Edukasi pemilihan bahan makanan dan cara memasak yang benar agar nilai gizi protein hewani tidak hilang.

• Praktik Pemberian Makan: Panduan praktik pemberian makan yang sesuai dengan kelompok umur bayi (6-9 bulan, 9-11 bulan, dan 11-24 bulan).

• Keamanan Pangan & Administrasi: Pelatihan mengenai standar kebersihan, pengemasan, dan pencatatan distribusi makanan. 

2. Tahap Evaluasi Pelaksanaan

Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas program dan melihat dampaknya terhadap status gizi balita dan Bumil KEK  Aspek utama yang dievaluasi meliputi: 

• Tingkat Partisipasi: Persentase balita gizi kurang atau underweight yang secara rutin mengonsumsi makanan tambahan.

• Tumbuh Kembang Balita: Pemantauan perubahan berat badan, tinggi badan, serta perkembangan kesehatan balita setelah menerima 

• Pemantauan Bumil KEK memantau  berat badan ibu, mencegah komplikasi, memastikan tumbuh kembang janin optimal, serta mencegah risiko bayi lahir stunting maupun berat badan lahir rendah (BBLR).

• Kendala Lapangan: Identifikasi hambatan selama proses distribusi atau penerimaan makanan oleh balita, misalnya jika menu yang diberikan kurang disukai anak. 



Related Posts: