AYO BERBURU JENTIK MENGGUNAKAN APLIKASI DIGITAL BEBAS JENTIK BEBAS DBD
Pelaksanaan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di Kelurahan Leneng merupakan salah satu kegiatan Inovasi UPTD BLUD Puskesmas Praya. Kelurahan Leneng menjadi wilayah yang mendapatkan perhatian khusus akibat adanya peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Berikut adalah detail pelaksanaan kegiatan kader Jumantik di Kelurahan Leneng:
1. Penerapan Inovasi "Geser Meje"
• Kelurahan Leneng merupakan wilayah pelopor diterapkannya program inovasi Geser Meje (Gerak Serentak Membasmi Jentik).
Gerakan ini mengandalkan aksi massal dan serentak oleh para kader bersama warga untuk memeriksa, menguras, dan membersihkan setiap sudut yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.
2. Pembentukan dan Pembiayaan Kader
• Pembentukan kader Jumantik di Kelurahan Leneng didanai secara resmi melalui alokasi anggaran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) Puskesmas Praya.
• Anggaran ini mencakup biaya operasional kegiatan di lapangan bagi kader jumatik dalam rangka memantau keberadaan jentik ditiap rumah warga kelurahan leneng berfokus pada PSN (3M Plus)
3. Alur Pelaksanaan di Lapangan
• Kunjungan Rumah ke Rumah (Door to Door):
Kader Jumantik yang ditunjuk dari lingkungan setempat melakukan pemeriksaan langsung ke bak mandi, talang air, vas bunga, serta tempat penampungan air lainnya milik warga.
• Edukasi Mandiri (Self-Jumantik): Selain memeriksa, kader bertugas mengedukasi setiap kepala keluarga di Kelurahan Leneng agar bisa menjadi "Jumantik Mandiri" bagi rumahnya sendiri dengan menerapkan prinsip 3M Plus.
• Pencatatan ABJ (Angka Bebas Jentik): Hasil temuan jentik di setiap rumah dicatat dalam form pemantauan. Data ini digunakan oleh pihak Kelurahan Leneng dan Puskesmas Praya untuk memetakan rukun tetangga (RT) mana saja yang masih masuk dalam zona rawan DBD.
• Kader melaporkan hasil menggunakan aplikasi digital ( Google Form)



