Berita

STANDAR PEMILAHAN LIMBAH MEDIS DI PUSKESMAS
Image 3

STANDAR PEMILAHAN LIMBAH MEDIS DI PUSKESMAS

Kegiatan apel pagi rutin yang diadakan di UPTD BLUD Puskesmas Praya sebagai pembina apel, Ernawti Simboolon, S.Kep,Ners menyampaikan  tentang Stadar pemilahan Sampah Medis antar  klaster, walaupun pengelolaan limbah medis dan sanitasi lingkungan secara spesifik diatur dan menjadi tanggung jawab Klaster 4 (Penanggulangan Penularan Penyakit & Penyehatan Lingkungan). 
Meskipun limbah medis dihasilkan oleh aktivitas klinis di Klaster 2 (Ibu dan Anak), Klaster 3 (Dewasa dan Lansia), serta Klaster 5 (Gawat Darurat & Laboratorium), seluruh manajemen sistem sanitasi, pemantauan kualitas, dan pengendalian dampaknya dikoordinasikan di bawah ruang lingkup Klaster
Pembagian Tugas Pengelolaan Limbah Medis Antar Klaster
Klaster Puskesmas Peran dalam Pengelolaan Limbah Medis
Klaster 1: Manajemen Menyusun kebijakan, SOP pengelolaan limbah, serta mengurus kerja sama (MoU) dengan pihak ketiga pembakar/pengolah limbah B3.
Klaster 2, 3, & 5: Pelayanan Klinis Bertanggung jawab melakukan pemilahan awal langsung di sumbernya setelah melakukan tindakan kepada pasien.
Klaster 4: Penyehatan Lingkungan Mengawasi fasilitas penyimpanan sementara (TPS Limbah B3), memastikan kepatuhan sanitasi, dan mengendalikan penyakit berbasis lingkungan akibat limbah.
Setiap petugas di klaster pelayanan wajib memilah limbah medis menggunakan wadah khusus yang telah ditentukan demi keselamatan bersama:
 Kantong Kuning (Limbah Infeksius): Digunakan untuk limbah yang terkontaminasi darah atau cairan tubuh, seperti kasa bekas, masker, sarung tangan, dan selang infus. 
Safety Box (Limbah Benda Tajam): Wadah khusus tahan tusuk dan air untuk menampung jarum suntik, pisau bedah, wadah ampul, atau pecahan kaca laboratorium. 
Kantong Cokelat (Limbah Farmasi/Kimia): Digunakan untuk membuang obat-obatan kedaluwarsa atau sisa bahan kimia laboratorium. 
Kantong Hitam (Limbah Non-Medis/Domestik): Hanya untuk sampah kertas kantor, sisa makanan, dan pembungkus plastik yang tidak terkontaminasi cairan tubuh pasien. 



Related Posts: