PENELITIAN MAGISTER EMORY UNIVERSITY & CDC ATLANTA AMERIKA SERIKAT DI UPTD BLUD PUSKESMAS PRAYA
Pilot Model Island-SECURE merupakan program kolaborasi kesehatan internasional berskala global yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah, salah satunya di Puskesmas Praya, Kegaiatn tersebut dilaksanakan mulai tanggal 13 – 17 Juli 2026
Program inovatif ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram (FKIK Unram), Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Emory University, serta Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Atlanta, Amerika Serikat.
Adapun poin-poin kegiatan yang dilakukan oleh ketiga orang mahasiswa yang didampingi tim dari FKIK Unran dan Dinas Kesehatan Lombok Tengah mengenai pelaksanaan model percontohan ini :
• Hari Pertama dan kedua Melakukan Interview pada Penaggung jawab Program : P2P Survelans, Program TB/HIV, Program Kesling, Program Promkes, dan Laboraturium Puskesmas,
• Hari ke Tiga : Melakukan Kunjungan Ke Posyandu terpilih ( Posyandu Anyelir Gililebur)
• Hari ke Empat Melakukan Interview Program Promkes dan dilanjutkan keliling beberapa ruangan yaitu, UGD, Ruang KIA, Ruang TB/HIV dan Ruang Laboraturium
• Dilanjutkan Persentasi pada tanggal 28 Juli 2028 di UPTD BLUD Puskesmas Praya yang dihadiri oleh Kepala Dinas Lombok Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kepala Puskesmas terpilih beserta penanggung jawab Program masing-masing Puskesmas,
Puskesmas yang menjadi lokasi Penelitian ( Puskesmas Praya, Puskesmas Teratak dan Puskesmas Kute)
o Tujuan: Mengembangkan model pengawasan kesehatan terpadu dan sistem respons cepat terhadap darurat kesehatan di wilayah kepulauan/lokal.
o Keterlibatan Puskesmas Praya & Kolaborati
o Lokasi Uji Coba: Puskesmas Praya dipilih menjadi salah satu titik implementasi lapangan (pilot model) di Lombok Tengah.
o Pertukaran Ilmu: Kegiatan ini melibakan akademisi serta mahasiswa dari Emory University Atlanta untuk turun langsung berkolaborasi dengan tenaga kesehatan di puskesmas.
o Peningkatan Kapasitas: Sistem ini memperkuat kemampuan deteksi dini penyakit, komunikasi risiko, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi wabah atau darurat medis secara integratif.


